Selamat Berkunjung di Blog's Paryanto | Media Informasi dan Silaturahmi

Archives

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label Persiba Bantul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persiba Bantul. Tampilkan semua postingan

Paserbumi Minta Persiba ke ISL, Manajemen Tunggu Komite Bersama

Kamis, 30 Agustus 2012

BANTUL—Paserbumi, suporter Persiba Bantul, mendorong Laskar Sultan Agung untuk berkompetisi di Indonesian Super League (ISL) musim depan.
Keinginan tersebut disampaikan dalam acara penjaringan pendapat masyarakat atas kiprah Persiba, Selasa (28/8) malam di Rumah Dinas Bupati Bantul.
“Saya masih ingat dulu ketika Persiba tampil di partai final Divisi Utama. Berapa ribu Paserbumi ngluruk ke Solo. Saat itu karena kami antusias untuk bisa mendukung Persiba di ISL,” ujar Carik Paserbumi, Paryanto.
Meski begitu, Direktur Utama PT Bantul Indonesia Goalsport (badan hukum yang dimiliki Persiba), Idham Samawi, meminta para suporter bersabar.
“Jangan menilai keinginan berdasarkan sikap emosional dulu. Harus dipikirkan, kalau Persiba ke ISL, terus yang akan mendanai itu siapa? Sementara jika dualisme masih terjadi seperti ini, mustahil dapat merangkul sponsor untuk bisa mendanai kompetisi,” ujar Idham.
Ia mengakui, manajemen Persiba ingin membawa Laskar Sultan Agung ke kompetisi yang lebih semarak.
“Kita tunggu saja sampai hasil kerja Komite Bersama pada 24 September nanti seperti apa. Jika memang selepas itu pertemuan itu tidak menghasilkan sesuatu atau bahkan gagal dilakukan, ya biar saja sementara seperti ini,” ujar mantan Bupati Bantul itu.
Ia menegaskan, Persiba bisa saja bergabung dengan ISL asal ada yang mendanai. Ia menegaskan, pihaknya saat ini tidak memiliki dana untuk mencukupi kebutuhan Persiba.(ali)

berita : Paryanto  di Harian Jogja
http://www.harianjogja.com/baca/2012/08/29/paserbumi-minta-persiba-ke-isl-manajemen-tunggu-komite-bersama-322927

Timnas U-23 Tundukkan Persiba Bantul

Minggu, 16 Oktober 2011

akarta - Tim nasional Indonesia U-23 berhasil memetik kemenangan dalam laga ujicoba kontra Persiba Bantul. Tim asuhan Rahmad Darmawan ini menang 3-2 berkat dua gol Titus Bonai dan satu gol Andik Vermansyah.

Dalam pertandingan di Gelora Bung Karno, Minggu (16/10/2011) malam WIB, Persiba mendominasi permainan pada awal babak pertama. Namun, mereka kesulitan membongkar pertahanan timnas U-23.

Sebaliknya, timnas U-23 beberapa kali mengancam gawang Persiba lewat tembakan Joko Sasongko dan Patrick Wanggai. Namun, arah bola masih melebar.

Usaha Dirga Lasut pada menit ke-32 juga belum membuahkan hasil. Sepakannya dari luar kotak penalti tak menemui sasaran.

Yongki Aribowo memperoleh peluang emas pada menit ke-36 saat dia langsung berhadapan dengan kiper Wahyu Tri Nugroho. Namun, tembakan Yongki masih bisa dimentahkan oleh Wahyu.

Peluang terbaik timnas U-23 pada babak pertama lahir beberapa saat sebelum turun minum. Diawali umpan matang Hasyim Kipuw, sontekan Ramdani Lestaluhu masih menerpa mistar. Babak pertama pun berakhir tanpa gol.

Rahmad memasukkan beberapa pemain baru pada babak kedua seperti Diego Michels, Andik Vermansyah, Titus Bonai, Oktovianus Maniani, dan Abdul Rachman. Masuknya beberapa tenaga baru ini membuat permainan timnas U-23 lebih agresif.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-51. Andik lolos dari jebakan offside dan langsung berhadapan dengan Wahyu. Dengan cerdik, Andik mengirim bola ke tiang jauh.

Empat menit kemudian, giliran Titus yang menjebol gawang Persiba. Usai menerima umpan Diego, penyerang Persipura Jayapura ini menusuk ke kotak penalti dan menaklukkan Wahyu.

Persiba memperkecil ketertinggalan pada menit ke-73. Memanfaatkan umpan silang Ezequiel Gonzalez dari sisi kiri, Cornelis Kaimu yang berdiri bebas dengan mudah menceploskan bola ke gawang Andritany Ardhiyasa.

Persiba nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-80. Tendangan bebas Eduardo dengan gemilang ditepis oleh Andritany sambil terbang.

Semenit berselang, Persiba malah kebobolan lagi. Jebakan offside mereka tak berjalan dan membuat Titus lolos sendirian ke kotak penalti. Tanpa kesulitan, Titus mencetak gol keduanya pada laga ini.

Pada masa perpanjangan waktu, Persiba mengubah kedudukan menjadi 2-3. Diawali situasi sepak pojok, Emmanuel Cristori berhasil membelokkan sundulan Wahyu Wijiastanto ke dalam gawang dengan kepalanya.

Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk timnas U-23.
http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2011/10/16/210241/1745235/76/timnas-u-23-tundukkan-persiba-bantul?b99110170
( mfi / krs )

Gagal Lawan Pelita, Timnas U-23 Uji Coba dengan Persiba

Sabtu, 15 Oktober 2011

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah gagal mengelar uji coba melawan Pelita Jaya Karawang, tim nasional Indonesia U-23 langsung bekerja cepat untuk mencari penggantinya. Tak butuh waktu lama, timnas U-23 sudah mendapatkan calon lawan.
Menurut Pelatih Rahmad Darmawan, timnya akan beruji coba dengan klub promosi, Persiba Bantul. Kedua tim akan berlatih tanding pada hari Minggu (16/10/2011).
"Kita lawan Persiba Bantul karena mereka yang paling siap dengan waktu yang mendadak ini. Kita pernah hubungi PSPS Pekanbaru, mereka bilang oke, tetapi tiba-tiba batal. Deltras juga demikian," jelas Rahmad kepada wartawan seusai menjalani latihan di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (14/10/2011).
Ketika ditanya soal alasan di balik batalnya uji coba dengan Pelita, Rahmad menyatakan tidak tahu pasti. "Tanya saja sama manajemen mereka. Padahal kita sudah tawarkan mau tanggal 13 atau 16, mereka memilih tanggal 16. Tetapi mereka batalkan karena takut pemain mereka cedera," jelasnya.
Selain menghadapi Persiba Bantul, timnas U-23 akan menjalani laga persahabatan internasional. "Kemungkinan kita lawan Pakistan di Jakarta tanggal 20 atau 21. Satu lagi mungkin Timor Leste," tutur Rahmad.
Pada latihan sore tadi, pasukan "Garuda Muda" melakukan latihan passing support dan koordinasi pemainan. Selain itu, RD juga menitikberatkan pada variasi serangan.
"Tinggal keberanian pemain lini kedua untuk melakukan passing dan memberikan dukungan. Sedangkan pemain yang di depan mereka harus bisa melepaskan diri dari lawan dan berani pegang bola. Kondisi pemain sendiri tak ada masalah sejauh ini," kata Rahmad.

Sharing Dana Anggaran Lampu SSA telah disetujui Pemprov DIY

Senin, 19 September 2011

Pembangunan Lampur Stadion Sultan Agung Sultan telah disetujui oleh Pemprov DIY terbukti pada Rapat Paripurna yang digelar Jum’at 16 September 2011 kemarin, telah diketok tanda disetujui.  Berdasarkan info pak Yoeke Ketua DPRD Tk I melalui pesan di facebook, dana ini merupakan anggaran dana sharing. Dengan kucuran 6 Miliar dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera terealisiasi lampu stadion yang sudah lama dinanti oleh public sepakbola di Bantul.

Dengan kabar baik ini menjelang digelarnya Liga Profesional tahun 2011/2012 yang akan diputar Oktober 2011 Persiba Bantul akan lebih siap menjamu tim-tim dari luar daerah untuk pertandingan di malam hari. Lampu merupakan salah satu persyaratan yang mutlak harus ada sebagai stadion yang layak untuk menggelar pertandingan nasional.

Berdasarkan info dari manajemen Persiba Bantul melalui rekan seperjuangan saya di Paserbumi yang sekarng menduduki Direktur Utama PT Persiba, terkait dengan persiapan menjelang verifikasi AFC. Manajemen segera mempersiapkan stadion sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan seperti doping room, mixed zone, water hitter dll.

Fraksi PKS Tolak Dana Hibah Persiba Bantul

Kamis, 11 Agustus 2011

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  - Sidang Paripurna penetapan RAPBD Perubahan Kabupaten Bantul yang berlangsung pada Selasa (9/8/2011) berjalan alot. Apalagi saat pembahasan dana hibah KONI Rp 4,5 Miliar untuk Pengcab PSSI yang ditujukan untuk Persiba Bantul ditolak Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera melalui Ketua fraksinya Agus Effendi mengeluarkan pernyataan keras terkait hal itu.
"Dengan sangat terpaksa, kami menolak dana hibah persiba," ujar Agus Effendi di ruang pertemuan DPRD Bantul.

Lebih baik, lanjutnya, anggaran itu ditujukan untuk bagian kesehatan, pendidikan dan perumahan rakyat yang belum mendapat porsi anggaran yang maksimal.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu mendapat pengaduan dari tukang becak yang harus membayar biaya rumah sakit Rp 34 juta, tetapi asuransi hanya mengcover Rp 10 juta. Ada juga warga Bantul di Imogiri yang sejak gempa 2006 belum mendapat perumahan.

"Bukan berarti kami tidak cinta tetapi kebijakan anggaran menjadi pertimbangan kami, sedangkan Persiba sudah mendapat kucuran dana Rp 8 milyar," ujarnya.

Agus menambahkan, memang secara perundang-undangan hal itu diperbolehkan tetapi seharusnya sedikit demi sedikit turunnya.

Bupati Bantul Sri Suryawidati mengatakan, sebenarnya usulan eksekutif Rp 12,8 M tetapi hanya Rp 8 M yang cair. Dana sejumlah Rp 8 Milyar itu seharusnya hanya untuk bertahan di Divisi Utama, tetapi di luar dugaan justru juara dan lolos ke ISL.

Biaya untuk pertandingan mulai dari delapan besar hingga puncak kejuaraan tidak masuk dalam hitungan."Tahun depan sudah tidak boleh menggunakkan APBD, hal itu merupakan catatan sendiri bagi Bantul,jadi ini yang terakhir," ujar Sri Suryawidati. (*)

Editor : iwan
http://jogja.tribunnews.com/2011/08/10/fraksi-pks-tolak-dana-hibah-persiba-bantul

Mundur, Jika Hanya di Kasta Kedua

Minggu, 07 Agustus 2011

BANTUL- Persiba Bantul bakal mundur dari kompetisi jika hanya akan berlaga di kasta kedua musim depan. Tim berjuluk Laskar Sultan Agung ini akan melakukan segala cara agar dapat berlaga di kasta tertinggi. Hingga saat ini pun, Persiba Bantul tengah berjuang mati-matian untuk mendapatkan suntikan dana dari sponsor.
“Kami sudah bertekad, pokoknya Persiba Bantul harus berlaga di kasta tertinggi. Nggak ada tawar-menawar,” kata Wakil Manajer Bidang Teknik dan Kepelatihan Persiba Bantul Briyanto kemarin.
Lalu, bagaimana jika akhirnya Persiba gagal mendapatkan dana untuk mengarungi kompetisi? Briyanto menambahkan, jika nantinya Persiba harus mengikuti kompetisi kasta kedua, tim kebanggan Paserbumi ini akan mundur dari kompetisi.
Opsi ini diambil Persiba karena mereka merasa sudah berjuang mati-matian untuk menembus kompetisi kasta tertinggi.“Tahun lalu kami sudah berjuang mati-matian untuk menembus kompetisi ISL. Sangat nggak adil jika kami harus bermain di kasta kedua. Jadi, lebih baik mundur sekalian aja dari kompetisi,” paparnya.
Briyanto mengakui, Persiba bantul tetap ling lung untuk memenuhi persyaratan deposit Rp 5 miliar untuk mengikuti kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Karena hal itulah, kembali muncul wacana merger klub. Dan Real Mataram menjadi tim yang diperebutkan Persiba Bantul dan PSS Sleman untuk melakukan merger.
Briyanto mengatakan, Ketua Umum sekaligus Manajer Persiba Bantul Idham Samawi memang tidak membahas masalah merger. Namun, Briyanto tidak menampik kemungkinan adanya merger.
“Persiba merger dengan klub lain, itu masih mungkin. Namun, kita tetap terus berusaha tetap berdikari,” tambah Briyanto.
Yang jelas, lanjut Briyanto, pihaknya akan melakukan segala cara agar The Reds dapat berlaga di kasta tertinggi. Hingga saat ini pun, Persiba tengah berjuang mati-matian untuk mendapatkan suntikan dana dari sponsor. Proposal yang diajukan ke sejumlah perusahaan hingga saat ini juga belum mendapatkan kepastian.
Meskipun belum mendapat kejelasan perihal dana, Briyanto dan jajarannya siap mengumumkan 14 pemain yang akan dipertahankan. Kemungkinan besar, pengumuman tersebut akan dilakukan antara tanggal 10 hingga 15 bulan ini.
“Kami fokus untuk mempertahankan pemain-pemain lama yang memang ingin kita pertahankan. Untuk pemain baru, kami akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Yang jelas, untuk pemain asing kami akan memakai dua saja,” bebernya.(c7)

http://www.radarjogja.co.id/sportivo/13-total-football/20802-mundur-jika-hanya-di-kasta-kedua.html

Persiba Bantul Mendaftar Menjadi PT

Pengurus Persatuan Sepak Bola (Persiba) Bantul akan mendaftarkan Persiba Bantul sebagai perusahaan pada pekan depan. Upaya ini ditempuh untuk memenuhi salah satu klausul aturan Badan Liga Indonesia yang mengharuskan klub-klub sepak bola di Indonesia profesional. Lantaran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011 yang melarang pembiayaan sepak bola profesional dari APBD mulai 2012 mendatang.

“Kami sudah rapat (akhir pekan lalu). Kami sepakat untuk mendaftar sebagai perseroan terbatas agar Persiba Bantul berbadan hukum besok (8 Agustus),” kata Wakil Ketua Manajer Persiba Bantul Bagus Nur Edi Wijaya saat dihubungi Tempo, Minggu, 7 Agustus 2011.

Bahkan pengurus Persiba Bantul telah mengirimkan proposal ke sejumlah perusahaan besar di luar DIY. Harapannya adalah perusahaan-perusahaan tersebut bersedia menjadi sponsor bagi Persiba Bantul.


“Dulu orang enggak tahu Bantul itu letaknya di mana. Sejak juara Divisi Utama, nama Bantul sering disebut-sebut,” kata Bagus.

Agenda lainnya adalah sepekan kemudian para pemain Persiba Bantul mulai menjalani latihan. Latihan tersebut menjadi persiapan Persiba Bantul untuk menghadapi Liga Super Indonesia (LSI) 2011-2012. Persiba Bantul adalah juara Divisi Utama tahun ini.

sumber :  http://www.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2011/08/07/brk,20110807-350444,id.html

Kesulitan Dana Deposit, Persiba Buka Peluang Merger

Sabtu, 06 Agustus 2011

BANTUL – Persiba Bantul dihadapkan pada persoalan serius jelang kompetisi musim depan.Klub berjuluk Laskar Sultan Agung ini dipastikan kesulitan memenuhi kewajiban melakukan deposit sebesar Rp5 miliar untuk partisipasi kompetisi. 


Persiba pun membuka peluang merger dengan klub Liga Primer Indonesia (LPI) untuk mengatasi masalah itu.Wakil Manajer Persiba Briyanto AS mengungkapkan, tenggat waktu selama dua pekan untuk mendapatkan dana segar sebesar Rp5 miliar tidak mudah dilakukan. 

Iklim sepak bola yang belum kondusif membuat timnya tidak bisa dengan mudah mendapatkan gelontoran dana sponsor. Namun,Persiba bertekad berupaya keras memenuhinya agar bisa tetap eksis di kompetisi tertinggi Tanah Air ini,termasuk membuka kemungkinan terjadinya merger dengan klub LPI. 

Dia menilai opsi ini boleh jadi merupakan pilihan paling rasional bagi Persiba untuk mengatasi persoalan finansial.Sebab,tanpa suntikan dana dari APBD,klub promosi Indonesia Super League (ISL) jelas akan kesulitan dana. 

”Semua harus ada solusi cerdas untuk mengatasi persoalan ini.Kami percaya dengan kemampuan manajer kami bahwa beliau tidak akan membiarkan klub ini mati. Kami akan bertemu,Sabtu (6/8),dan akan dibicarakan langkah yang ditempuh ke depan.Secara pribadi saya akan mengusulkan merger dengan LPI,”kata Briyanto. 

Dia menyatakan,bagi klub LPI,merger bisa mengakhiri polemik mereka selama ini. Sebab,LPI tidak mungkin berdiri sendiri karena bukan anggota PSSI.Jika pun ingin memaksakan berdiri,mereka harus dilakukan melalui Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. ”Jadi LPI gabung sajalah dengan kami.

Toh mereka juga tidak mungkin berdiri sendiri kecuali kalau nanti mau ditempuh melalui KLB.Kami masih melihat LPI tetap bermaksud baik untuk membenahi sepak bola nasional,”lanjutnya. Sampai sekarang,menurut Briyanto, belum ada pembicaraan apa pun dengan klub anggota LPI.

Hanya,dia mengaku mendapat komitmen dari beberapa pihak yang siap membantu Persiba mengatasi persoalan. ”Pembicaraan belum ada,kan belum ada keputusan resmi,”tutur Briyanto. Briyanto juga mengatakan,jika merger yang menjadi pilihan Persiba,tentu harus ada kebijakan tegas yang dihasilkan.

Ada win-win solution yang menguntungkan kedua belah pihak sehingga tidak ada persoalan di kemudian hari. ”Yang terpenting sekarang bagaimana agar kami bisa tetap eksis.Kami akan berupaya penuhi semua persyaratan, bagaimanapun caranya.Tapi,kami juga harus berpikir cara yang paling realistis,” pungkasnya. sodik 
sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/418375/

Persiba Bantul menang 3-2 atas Kedah FC Malaysia

Kamis, 23 Juni 2011

Mengawali Laga Turnamen Gubernur Aceh di pertandingan pembukaan, Persiba Bantul menang 3-2 atas klub dari Malaysia Kedah FC, yang dilangsungkan Kamis (23/6) di Stadion Harapan Bangsa Aceh. Turun dengan formasi kiper Wahyu Tri Nugroho, benteng Pertahanan Wahyu Tanto, Nopendi dan Oyedepo didukung pemain Arwin, Anwarudin, Busari, Sackie Doe, Ezequiel, Fortune Udo dan Ugik Sugiyanto. Permainan Persiba langsung menyerang, bahkan menit ke-5 peluang Persiba Bantul melalui tembakan Nopendi masih bisa ditip kiper. Serangan balik dari Kedah FC justru membuat Persiba ketinggalan 1 gol melalui Aslan menit 15. Gol ini tercipta dari tembakan luar kotak pinalti.

Tertinggal 0-1 Persiba tetap meningkatkan serangan, peluang emas didapat di menit 30, heading Sackie doe mengenai mistar gawang. Hinggal babak 1 selesai skor 0-1 untuk Kedah FC.

skuad Persiba Bantul vs Kedah Fc___-foto by Wikan17

Memasuki babak 2 di menit 49 sempat kubu Persiba Bantul menyamakan skor 1-1 namun gol ini dianulir wasit karena Fortune Udo pada posisi offside. Tak kenal menyerah bermodalkan semangat dan kekompakan serta mental bagus pemain, Persiba bisa menyamakan skor 1-1 lewat gol pemain asing Argentina, Ezequiel Gonzales yang menerima umpan dari Fortune Udo.

Serangan pada menit ke 56 membuahkan hasil. Persiba mendapatkan pinalti setelah pemain belakang Kedah FC melakukan pelanggaran terhadap Sachie doe . Fortune Udo sebagai eksekutor berhasil dengan baik dan unggul 2-1 . Memasuki menit ke-61 Sachkie doe ditarik keluar digantikan Slamet Nur Cahyo karena cidera. Permainan semakin menarik, Kedah FC membalas dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol kedua bagi Kedah FC diciptakan oleh Mohammad Khyril pada menit 63.

Persiba Bantul kembali unggul atas klub dari Malaysia ini pada menit 75, Hasil heading Fortune Udo memanfaaatkan umpan dari pemain pengganti Slamet Nur Cahyo. Kembali serangan gencar dilakukan oleh Kedah FC. Sajuri Sahid akhirnya juga menarik keluar Ugik Sugiyanto yang cidera, digantikan oleh Johan Manaji menit 77. Hinggal akhir babak kedua Persiba Bantul menang 3-2 atas Kedah FC dari Malaysia.

http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/06/23/di-laga-pembuka-turnamen-gubernu-aceh-persiba-bantul-menang-3-2-atas-kedah-fc-malaysia

Persiba Bantul : Tim Pertama Asal Jogja Di Liga Super Indonesia

Sabtu, 28 Mei 2011

Kalau tidak ada perubahan dari format kompetisi sepakbola di Indonesia yang ada sekarang, maka musim depan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memiliki wakil di kompetisi Liga Super Indonesia. Promosinya Persiba Bantul ke Liga Super yang digenapi dengan keberhasilan untuk menjuarai kompetisi Divisi Utama kembali menaikkan pamor sepakbola di Yogyakarta yang dalam beberapa tahun ke belakang seolah meredup.
Tim sepakbola yang mempunyai kelompok suporter bernama Paserbumi ini memastikan diri promosi ke Liga Super setelah menaklukkan Persidafon Dafonsoro dengan skor 5-2. Sebelumnya di babak 8 Besar, Persiba Bantul hampir saja gagal lolos ke semifinal setelah dalam pertandingan terakhir mereka tertinggal 0-3 terlebih dahulu dari PSMS Medan, beruntung tiga gol Fortune Udo berhasil menyamakan kedudukan sekaligus meloloskan Persiba Bantul ke semifinal. Di partai final, Wahyu Wiji Astanto dan kawan-kawan melengkapi suksesnya dengan menjadi juara setelah mengalahkan Persiraja Banda Aceh dengan skor tipis 1-0.
Sejak musim 2008/2009, Persiba Bantul selalu berhasil lolos ke babak 8 Besar. Pada musim 2008/2009, Persiba Bantul kalah bersaing dengan Persema Malang dan PSPS Pekanbaru di babak 8 Besar,saat itu Persisam Putra Samarinda yang berhasil menjadi juara. Di musim 2009/2010, Persiba Bantul kembali gagal lolos ke semifinal. Kali ini Persiram Raja Ampat dan Semen Padang yang menggagalkan usaha Persiba Bantul untuk lolos ke semifinal, musim tersebut menjadi milik Persibo Bojonegoro yang mengalahkan Deltras Sidoarjo di babak final.
Baru setelah mendapat kesempatan ketiga lolos ke babak 8 Besar, Persiba Bantul berhasil lolos ke semifinal meyingkirkan PSAP Sigli dan PSMS Medan. Kesempatan inipun lantas tidak disia-siakan oleh anak-anak asuhan Sajuri Syahid, pelatih asli Bantul, dengan merengkuh dua sukses sekaligus, promosi ke Liga Super sekaligus menjadi juara Divisi Utama 2011. Grafik prestasi Persiba Bantul terus meningkat sejak ada program penitipan pemain timnas Indonesia U-20 ke klub kebanggaan masyarakat Bantul ini, salah satu alumninya adalah kapten Persiba Bantul saat ini, Wahyu Wiji Astanto.
Persiba Bantul sempat ada di balik bayang-bayang PSIM dan PSS Sleman
Dari empat kabupaten dan satu kotamadya yang ada di Yogyakarta, semuanya sebenarnya memiliki klub sepakbola yang berlaga di kompetisi sepakbola Indonesia. Kotamadya Yogyakarta memiliki PSIM, Kabupaten Sleman mempunyai PSS, Kabupaten Kulonprogo punya Persikup, dan Kabupaten Gunungkidul memiliki Persig, sedangkan Kabupaten Bantul ada Persiba. Yogyakarta juga pernah memiliki klub Perkesa Mataram di kompetisi Galatama yang berubah nama menjadi Mataram Putra ketika Perserikatan dan Galatama dilebur. Kini Yogyakarta juga mempunyai klub Real Mataram yang berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia.
Sebelum tahun 2008, Persiba Bantul sebenarnya berada di bawah bayang-bayang tim tetangganya yang masih satu provinsi yaitu PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman. Kala itu Persiba Bantul masih harus berjuang di Divisi Satu, sedangkan dua tetangganya tersebut berada di Divisi Utama yang merupakan puncak piramida kompetisi sepakbola di Indonesia sebelum berubah menjadi Liga Super. Sayang pada tahun itu, PSIM dan PSS gagal lolos ke Liga Super Indonesia.
Baru pada musim kompetisi 2008/2009, Persiba Bantul bisa mensejajarkan diri dengan kedua tetangganya tersebut dan sama-sama berjuang di Divisi Utama. Nama Persiba Bantul pun semakin berkibar dan melewati prestasi PSIM dan PSS Sleman sejak saat itu. Kini boleh dikatakan Persiba Bantul menjadi tim terbaik yang ada di DIY, sekaligus menciptakan sejarah dengan mencatatkan diri sebagai tim pertama asal Yogyakarta yang berkompetisi di Liga Super dengan catatan format kompetisi tidak akan berubah musim depan.
Tanpa ingin mengecilkan arti pemain lainnya karena sepakbola adalah olahraga tim, dua nama yang patut disorot adalah kapten tim Wahyu Wiji Astanto yang berhasil menyabet gelar pemain terbaik Divisi Utama 2011 dan Fortune Udo yang mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak Divisi Utama 2011. Khusus untuk Wahyu Wiji Astanto, permainan yang lugas disertai teknik yang mumpuni dan postur tubuh memadai dengan tinggi badan mencapai 193 cm, rasanya dirinya cukup layak mendapat kesempatan untuk membela timnas Indonesia.
Semoga saja kiprah Persiba Bantul di Liga Super Indonesia musim depan bukan hanya sekedar numpang lewat atau hanya sebagai tim pelengkap semata. Dengan persaingan yang lebih ketat maka Persiba Bantul harus bisa berbenah untuk menutup kelemahan-kelemahan di musim ini. Tak kalah penting juga bagi manajemen untuk menyiapkan segala sesuatu yang mendukung tim, termasuk masalah dana dimana mulai tahun 2012 APBD sedang diwacanakan untuk di stop bagi klub profesional.
Selamat Persiba Bantul, Bantul Projotamansari!

sumber ;
http://www.bicarabola.com/2011/05/27/persiba-bantul-tim-pertama-asal-jogja-di-liga-super-indonesia/

Entri Populer